Hujan Di Latar Hijau

Kesederhanaan adalah sebuah jalan.

Jalan yang tidak tau akan berujung apa.

Baikkah? Atau lainkah?

Itu juga hanya tutur kata yang banyak orang berkata demikian

Menjadi bijaksana lagi.. atau hanya pura-pura pandai.

Banyak dari mereka kelaparan.

Dan sebagian lagi kekenyangan hingga tak tau lagi bagaimana rasanya makanan yang enak..

Toh dunia tetap berputar.

Sejarah tetap berjalan.

Sebagaimana mestinya jalanan halus ataupun terjal dilalui..

 Kearah manakah kita mesti memikirkan?

 Tujuan itu adalah titik dimana proyeksi kita menjadi sebuah garis akhir.

 Yang tentunya nanti akan menjadi sebuah awal yang baru.

Berjalan lagi dan sesaat tentu berhenti untuk mengukur berapa jarak yang telah ditempuh…

Untuk apa semua itu?

Ya.. ketika titik nadir itu berubah menjadi frustasi berkepanjangan.

Sangat sulit untuk membedakan

Antara harapan, kenyataan kegagalan dan sesuatu yang tertunda.

Tidak atau belum mejadi sesuatu yang terkadang rancu.

Sangat berbeda dalam esensi.. namun sangat mudah untuk dianggap sama.

Dan orang akan menganggapnya wajar. toh manusia pasti bersalah.

Kesempurnaan itu hanya bayangan yang bahkan terkadang hilang saat cahaya itu hilang.

Esensi atau eksistensi adalah sebatas pengertian saja.

Pada dasarnya nafsu dan ambisilah yang dominan.

Menjadi sesuatu yang kosong. ruang hampa, tanpa sakit, tanpa bahagia.

Tanpa sensasi panca indera, dan tanpa sensasi perasaan. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s