Petani Di Kubu Raya Ditangkap

September 2012, disaat masyarakat Kalbar sebagian larut dalam hingar bingar Pilgub yang diikuti oleh 4 kontestan. Kampanye disana-sini dilakukan oleh timses masing-masing calon. Begitu pula dengan KPU yang sibuk mengurus administrasi pemilukada plus rajin bersosialisasi tentang tata cara pencoblosan di Hotel-hotel mewah sampai di balai-balai desa. Tapi lain dengan nasib malang Iskandar. Petani ini mesti ditangkap aparat Polsek  gara-gara terlibat Sengketa tanah dengan PT Sintang Raya di desa Seruat, Kec Kubu, Kab Kubu Raya. Lahan yang menjadi objek sengketa adalah Areal Mangrove dengan kedalaman Gambut diatas 4 Meter menurut peraturan dilarang untuk dijadikan perkebunan Skala Besar.  Menyikapi ini, tentu petani-petani di sputaran area sengketa melakukan penolakan. Apes bagi Iskandar, dia ditangkap.

Penangkapan Iskandar dilakukan oleh aparat Polsek Kubu tanpa menunjukkan Surat Tugas dan penjelasan alasan. Yang lebih konyol, Surat tugas dan pemanggilan baru diberikan pada pukul 13.10 WIB, padahal penangkapan dilakukan pukul 09.40 WIB. Dalam surat itu, status Iskandar adalah sebagai Saksi, namun dia mengaku sempat ada paksaan dalam proses penangkapannya. Tidak berhenti disitu, ketika dipulangkan, Iskandar mesti rela meninggalkan celana yang dipakainya sebagai barang bukti.

Keanehan lain adalah Dalam surat panggilan dengan no. surat Sp.Panggil/ 103/ VIII/ 2012, tertera nama IS MEWAH, namun petani yang ditangkap adalah bernama ISKANDAR. Tentu sebuah kesalahan yang cukup fatal. Selain itu,  Status teritori dalam penyidikan kasus pembakaran lahan adalah di POLSEK Kec. Kubu, Namun penyidikan kawan Iskandar dilakukan di POLSEK Kota Pontianak. 

– Pandu Yuhsina Adaba –

 

Iklan